Lifestyle, Tekno, Otomotif, Parenting

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

April 08, 2016

"RIAT" Peduli Terhadap Penyandang Disabilitas Agar Melek Internet

Ibu Amy Atmanto di dampingi putranya dan teman -teman tunanetra | doc pribadi


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat khususnya internet hampir semua orang saat ini sudah menggunakan  fasilitas internet tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-harinya. Yang jadi pertanyaan, Apakah fasilitas internet tersebut dapat dirasakan dan dimanfaatkan juga oleh saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas (Tunanetra) ?

Melihat kepedulian Ibu Amy Atmanto beserta putranya Faiz Atmanto berdirilah Rumah Internet Atmanto  yang disingkat "RIAT" yang menjadi rumah pelatihan internet bagi peyandang disabilitas bersama generasi muda tunanetra yang tergabung dalam Kartunet (Karya Tuna Netra). Lokasinya berada di Selatan Jakarta, tepatnya di Jalan Pengadegan Utara No.14.Kalibata.

Kebetulan pada hari Selasa, 05 April 2016 RIAT mengundang teman-teman media dan blogger dalam acara RIAT Gathering. Untuk mensosialisasikan pelatihan internet bagi peyandang disabilitas/tunanetra.

Tanpa berpikir panjang saya menyempatkan datang atas undangan dari komunitas Blogger Reporter Indonesia (BRid). Untuk pertama kalinya saya melihat langsung teman-teman tunanetra dari Kartunet saat menggunakan Komputer untuk browsing internet walaupun cuma sebentar tentunya saya merasa bangga dan haru, mereka begitu semangat saat mendemokannya, mereka membuktikan bahwa kami (tunanetra) bisa loh berselancar internet sperti kita yang normal.

Rumah Internet Atmanto merupakan gerakan masyarakat, dengan maksud memberikan nilai lebih kepada lingkungan masyarakat. Dengan visi dan misi sebagai berikut:
  • Visi  : Pemberdayaan masyarakat umum dan penyandang disabilitas agar mampu mandiri
  • Misi : Menyediakan solusi praktis permasalahan yang dihadapai masyarakat dengan bantuan teknologi. 

"Internet dipilih karena memang Bapak Indar Atmanto memilih bidang pengabdian disektor teknologi. Lebih lagi,saat ini kehidupan kita tidak dapat dilepaskan dari peran internet, kami terpanggil, guna memanfaatkan internet dan teknologi pada umumnya bagi pemberdayaan masyarakat khususnya website." ujar Ibu Ami.

Program pelatihan dilaksanakan bekerjasama dengan komunitas tunanetra Kartunet, meliputi :

  • Pelatihan pengenalan Komputer
  • Pengenalan Internet bagi masyarakat dengan keterbatasan, dan
  • Pelatihan Online Commerce bagi penyandang keterbatasan
  • Pengembangan website crowdsourcing.

Selain itu, kata Faiz "Tujuan pelatihan tersebut ingin berbagi dan membantu saudara-saudara penyandang disabilitas (tunanetra) agar menjadi melek Internet."

Kartunet sendiri sebagai komunitas anak muda disabilitas kreatif dan inovatif yang memberdayakan potensi dengan teknologi informasi dan komunikasi. Tidak lagi bisa dipandang sebelah mata, karena salah satu dari mereka sebut saja Rico telah mendapatkan penghasilan tidak lagi Rp melainkan ribuan dolar tiap bulannya dengan hanya memanfaatkan internet, yakni internet marketing.

Rico Anggota Komunitas Kartunet

Rico sendiri sebelumnya pernah bekerja di bank, walaupun menurutnya dengan kondisi fisik seperti saya yang terbatas sulit masuk dan bekerja di sebuah bank. Namun pilihan Rico lebih memilih untuk mandiri dan menggeluti dunia internet, karena di internet orang tidak akan melihat "mata" saya, selain itu banyak peluang baru di internet dan financial lebih besar, ujar Rico.

Waduhh..mendengar cerita singkat dari Rico yang penyandang disabilitas memanfaatkan internet benar-benar max saya jadi malu, saya sendiri internet hanya untuk update status dan media sosial!!

Balik lagi ke Rumah Internet Atmanto, Presiden Jokowi juga telah mencanangkan Revolusi Digital. Kami berharap saudara-saudara kita penyandang disabilitas juga dapat menjadi bagian revolusi digital yang dicanangkan Presiden tersebut.

Selain itu dimanfaatkan juga oleh masyarakat luas, teknologi dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas dan dengan disahkannya UU disabilitas kami berharap semua penyandang disabilitas memperoleh akses terhadap teknologi sama seperti saudara-saudaranya yang lain.

Semoga saja apa yang menjadi tujuan dan cita-cita bersama terkait pelatihan internet bagi tunanetra dapat berjalan sesuai harapan yakni melek internet dan tentunya kepedulian seperti ibu Amy dengan RIAT nya dapat memberi contoh dan menular kepada yang lain.***

Salam Melek Internet



0 komentar:

Posting Komentar

T'rimks sudah mampir ke postingan ini semoga bermanfaat dan berguna. Jangan lupa juga tinggalin jejak di kolom komentarnya ya, semoga bisa menjalin silaturahmi.

Tunggu postingan selanjutnya yang makin bermanfaat dan aktual.

Salam, @cidyrus