Lifestyle, Tekno, Otomotif, Parenting

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

April 20, 2017

Prudential Indonesia Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2017 Stabil dan Kuat


Sedia Payung Sebelum Hujan, Saatnya memiliki proteksi sejak dini dari resiko financial yang akan terjadi | sumber image by carainvestasibisniscom

Bicara soal asuransi jiwa bagi sebagian masyarakat Indonesia terkadang masih dianggap tidak penting dan masih kurang paham. Namun belakang ini semenjak pemerintah berlakukan BPJS, masyarakat sedikit-demi sedikit mulai memahami akan pentingnya asuransi jiwa khususnya asuransi kesehatan.

"Sedia Payung Sebelum Hujan"

Nah, pengertian yang perlu dipahami kenapa kita harus memiliki asuransi jiwa, buat saya seperti halnya "Sedia Payung Sebelum Hujan" maksudnya sebelum terjadi atas resiko kerugian financial sang pencari nafkah ( Suami/Ortu) yang diakibatkan meninggal dunia, kecelakaan maupun cacat total hingga tidak lagi bisa bekerja maka sudah ada yang nanggung yakni perusahaan asuransi jiwa yang akan menanggung resiko financial tersebut, dengan begitu beban hidup masih bisa berjalan seperti biasanya .

Dengan masyarakat sudah mulai paham pentingnya memiliki asuransi tentunya membawa angin segar bagi perusahaan asuransi jiwa, masyarakat lebih peduli lagi akan proteksi jiwanya maupun kesehatan bahkan hingga investasi jangka panjang, Salah satunya perusahaan asuransi jiwa terdepan di Indonesia yang sudah lama hadir di tengah keluarga Indonesia yakni , PT. Prudential Life Assurance ( Prudential Indonesia ).

Para Petinggi Management Prudential Indonesia Sedang memberikan paparannya terkait perjalanan kinerja bisnis di tahun 2016 

Selasa, 18 April 2017 bertempat di Prudential Center, Kota Kasablanka-Jakarta. Prudential Indonesia mengundang teman-teman media dan blogger untuk ngobrolin kinerja perjalanan bisnis  Prudential Indonesia di tahun 2016 bersama para petinggi management Prudential Indonesia yakni Mr Jens Reisch selaku Presdir Prudential Indonesia,  Mr John Oehmke selaku Chief Investment Officer Prudential Indonesia, dan Nini Sumohandoyo selaku Corporate Marketing Communication & Sharia Director Prudential Indonesia, sekaligus mitra manajemen aset dari Eastspring Investments Indonesia, Alfred Listanto.

Tentunya saya merasa bangga bisa hadir dan mendengarkan langsung laporan bisnis Prudential Indonesia langsung dari Presiden Direktur Prudential Indonesia. Semenjak didirikan tahun 1995, Prudential Indonesia telah melayani lebih dari 2,4 juta nasabah di seluruh Indonesia dan memiliki tenaga pemasar sekitar 260 ribu sekaligus lebih dari 2 ribu staff yang siap melayani para nasabah.

Jens Reisch mengatakan, Prudential Indonesia terus menjalankan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada nasabah, dengan membayar total klaim dan manfaat sebesar hampir Rp 10 Triliun di tahun 2016. Total klaim yang dibayarkan tersebut merupakan angka tertinggi di Industri asuransi jiwa dan mewakili dari 10% total klaim yang dibayarkan di Indonesia.

Selain itu, Prudential Indonesia mencatat total pendapatan premi sebesar Rp 26,5 triliun, serta 3,4 juta polis aktif pada tahun 2016. Pencapaian ini mengkokohkan posisi Prudential Indonesia sebagai perusahaan Asuransi Jiwa Terdepan di Indonesia.

 "Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan para nasabah sepanjang tahun 2016 yang mengantarkan kami ke posisi yang kuat untuk melanjutkan komitmen dalam menyediakan proteksi keuangan dan keluarga terbaik di Indonesia", ujar Jens.

Bicara soal Investasi, menurut Alfred Listanto Chief Eastspring Investments selaku mitra manajemen Prudential Indonesia. Tahun 2017 ini Pertumbuhan ekonomi membaik dan diakui oleh dunia.

Beberapa faktor ekonomi Indonesia membaik 2017 menurut Eatspring Investment, antara lain:

  1. Pertumbuhan Ekonomi yang kuat dan diakui dunia
  2. Pembangunan Infrastuktur yang lebih cepat
  3. Fundamental ekonomi Indonesia yang stabil dan positif
  4. Stabilitas Makro, Pertumbuhan ekonomi, inglasi, dan data lainnya yang membaik
  5. Potensi Peningkatan Investasi Swasta, baik dari dalam maupun luar negeri
  6. Pemulihan Laba yang diperkirakan pada tahun ini 2017 di level 16%
  7. Peningkatan Kepercayaan Bisnis
  8. Kebijakan BI yang akomodatif

Faktor yang dapat mempengaruhi Risiko di tahun 2017, antara lain:
  1. Anggaran Infrastuktur yang cenderung tidak terserap semua
  2. Pembanguan Infrastuktur yang tidak sesuai dengan target
  3. Meningkatnya suku bunga global, bersifat sementara
  4. Meningkatnya Risiko Politik dengan kebijakan baru
  5. Aliran dana keluar investor asing, yang masih ada kaitannya dengan meningkatnya risiko politik, bersifat sementara.
  6. Volatilas Rupiah dan pelemahan Yuan. Terjadinya gejolak terhadap mata uang merupakan hal yang wajar, Namun peran BI dalam menjaga kestabilan sangat diandalkan.

Sedangkan menurut John Oehmke selaku Chief Investment Officer Prudential Indonesia, mengatakan " Seluruh dan investasi kami memberikan hasil positif. Selain itu, tahun lalu kami meluncurkan dua dana investasi baru yakni Rupiah Value Discovery Fund dan Syariah Asia Pacific Fund.

Prudential Indonesia telah memperoleh kepercayaan para nasabah yang berinvestasi dengan total pendapatan investasi sebesar Rp 5,2 triliun dan total dana kelolaan sebesar Rp 54,4 triliun pada tahun 2016.

Kinerja kuat Prudential Indonesia pada tahun 2016 juga terbukti melalui 32 penghargaan yang diperoleh dalam kurun waktu tersebut dari beragam insitusi independen dan media nasional.

Bicara jenis fund investasi di Prudential Indonesia ada 16 fund, untuk tahun 2016 perjalanan kinerja terbaik ujar, John yakni USD Fixed Income Fund sekaligus Fund tersebut sudah mendapatkan penghargaan, sedangkan fund dengan konsep syariah yang baik di Syariah Rupiah Eguity Fund.

Ditambahkan menurut, Ibu Nini Sumohandoyo selaku Corporate Marketing, Communication & Sharia Director Prudential Indonesia. Konsep syariah di mulai sejak tahun 2007 dan telah dipercaya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia.

Indonesia mayoritas penduduknya muslim, ternyata konsep syariah belum semuanya paham. Walaupun sudah mengikuti Asuransi jiwa namun UP (Uang Pertanggungan) rata-rata masih kecil. Saran menurut Ibu Nini, proteksi sesuai kebutuhan lebih baik, agar tidak membebani di kemudian hari.

Sebagai penutup paparan kemarin, Presdir Prudential Indonesia mengatakan " Asuransi jiwa merupakan tujuan jangka panjang dan kami berkomitmen untuk menyediakan perlindungan dan investasi terbaik sesuai kebutuhan yang beragam dari para nasabah kami di berbagai tahapan kehidupan". Ujar Jens.

Selain itu Prudential Indonesia akan terus berinovasi dalam menghadirkan tawaran yang lebih baik, salah satunya melalui PRUhospital friend, yang akan membantu keperluan klaim nasabah langsung di rumah sakit rekanan di Indonesia.

Sesion Foto Bersama (Kika) Nini Sumohandoyo, Jens Reisch, John Oehmke, dan Alfred Listanto

Kesimpulannya menurut saya, Prudential Indonesia sebagai perusahaan asuransi jiwa terdepan di Indonesia dengan total aset sebesar Rp 64,2 triliun pada akhir 2016 tentunya fundamental perusahaan tetap kuat dan optimis. Selain itu, kalau berminat berinventasi jangka panjang sekaligus mendapatkan proteksi yang dikenal dengan unit link Jangan ditunda lagi Sekarang ini saatnya di tahun 2017 di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan laba-laba perusaahan pun ikut meningkat di banding tahun sebelumnya.

Gimana sekarang sudah tertarik ingin memiliki polis!!

Simak juga reportasenya di my channel youtube.com/teddyrustandi



Semoga bermanfaat.

3 komentar:

  1. Bener Mas, sejak ada BPJS masyarakat mulai aware mengenai pentingnya punya polis asuransi :)

    BalasHapus
  2. Bicara asuransi bicara perlindungan dan Prudential sudah punya nama besar, bisa jadi referensi untuk berasuransi di sana.

    BalasHapus