Lifestyle, Tekno, Otomotif, Parenting

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Juni 15, 2017

Peningkatan Gula Nasional Menuju Swasembada 2019


Para Pembicara Diskusi Nasional

Bicara soal Gula, hampir tiap hari kita dipertemukannya baik dalam olahan makanan maupun minuman sebagai bahan pemanis.

Gula merupakan komoditi penting bagi masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia. Karena manfaat gula bagi tubuh sebagai kalori selain dari Beras, Jagung, dan Ubi-ubian menjadikan gula sebagai salah satu bahan makanan pokok.

Apalagi ditunjang dengan kondisi geografis Indonesia yang cukup berpotensi untuk menjadikan tanaman tebu, makanya tidak salah kalau Indonesia dulu merupakan negara produsen gula terbesar di dunia.

Namun kondisi pergulaan saat ini tidak demikian, banyak PR dari permasalahan Gula Nasional yang perlu di benahi agar produksi gula nasional kembali meningkat.

Permasalahan Gula Nasional
  1. Produktivitas lahan relatif semakin rendah, karena sulitnya mengembangkan areal baru dan mempertahankan lahan yang sudah ada
  2. Keterbatasan infrastuktur terutama di wilayah pengembangan luar jawa
  3. Kurangnya penciptaan dan persediaan bibit unggul baru dan mulai berkurangnya tenaga kerja sektor budidaya
  4. Keterbatasan akses permodalan bagi produsen/petani sehingga penerapan teknologi belum optimal
  5. Kurangnya sarana irigasi terutama pada wilayah pengembangan /lahan kering.
  6. Beberapa pabrik gula memiliki keterbatasan kapasitas giling, sehingga tidak mampu bersaing.
  7. Banyak pabrik gula berumur tua sehingga tingkat efisiensi pabrik rendah, Implementasi mekanisasi dan otomalisasi masih terbatas.

Media Perkebunan, merupakan media inspirasi agrabisnis yang dimiliki kementrian pertanian (Kemenper), pada hari Kamis (28/06) mengadakan Diskusi Nasional dan Buka Puasa Bersama, bertempat di Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA) Kemenper, Ragunan Jakarta.


Diskusi yang mengangkat tema " Mampukah Gula Indonesia Berdaya Saing?" dengan menghadirkan para pembicara yang sudah berkopeten di bidangnya yakni; Dr. Ir Agus Wahyudi, MS, selaku Direktur Tanaman Semusim dan Rempah- Dirjenbun, lalu Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI), dan Agung Primanto Murdanto, selaku Sekjen Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI).

Diskusi nasional dengan moderator oleh Ir. Gamal Nasir MS, paparan pertama mewakili pemerintah dari Dirjenbun yang membahas mengenai Strategi Peningkatan Produksi Gula Nasional.

Kondisi, Sarana & Peningkatan Gula Nasional

Menurutnya Produksi Gula nasional masih kekurangan lahan 50 ribu Ha dan mengalamai defisit 0,5 juta ton, maka dari itu pemerintah memiliki strategi dengan dua cara yakni Perluasan dan Peningkatan Produktifitas.

1. Perluasan, antara lain:
* Mengembalikan Area Tebu Rakyat 20 ribu.
* Perluasan Area Tebu Rakyat 10 ribu
* Perluasan area Pabrik Gula (PG) baru luar jawa minimal 20 ribu.

2. Peningkatan Produktifitas, antar lain:

* Bongkar Ratoon Bertahap
* Pengembangan pompa & sumur (dalam)
* Mekanisasi denga  grouping lahan dan pengembangan UPJA
* Pengembangan kemitraan antara petani dengan Pabrik Gula

Selain itu agar produksi gula nasional meningkat menurut Agus Pakpahan, saat memberikan paparannya perlunya perubahan Revolusi yakni perubahan kebijakan. Salah satunya impor dan perlunya membangun pabrik gula baru.

Karena masih banyak pabrik gula sudah berumur tua, sehingga tingkat efisiensi pabrik rendah, Implementasi mekanisasi dan otomalisasi masih terbatas. Belum lagi beberapa pabrik gula memiliki keterbatasan kapasitas giling, sehingga tidak mampu bersaing.

Dari diskusi Nasional kemarin mengenai Gula Nasional menuju swasembada 2019 yang dapat saya simpulkan Yang menjadi faktor utama, yakni:

Pertama Perlunya Perluasan Lahan Tebu, lalu Peningkatan Efisiensi, mencakup peningkatan produktifitas dan Pabrik maupun pemasaran, dan yang tidak kalah penting Pendapatan Petani harus ditingkatkan, sekaligus menjalin Kemitraan antara petani dengan PG.

Semoga Gula Nasional Kembali Jaya, seperti sedia kala.***



2 komentar:

  1. Harus ada solusi agar Gula Indonesia berjaya kembali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bener, utk itu semua pihak harus ikut andil mulai dari pemerintah, pengusaha hingga petaninya

      Hapus

T'rimks sudah mampir ke postingan ini semoga bermanfaat dan berguna. Jangan lupa juga tinggalin jejak di kolom komentarnya ya, semoga bisa menjalin silaturahmi.

Tunggu postingan selanjutnya yang makin bermanfaat dan aktual.

Salam, Teddy