Lifestyle, Tekno, Otomotif, Kuliner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Juni 28, 2020

Iklan, Promosi Dan Sponsor Rokok Menggiring Anak Merokok

Sumber : wartadesa.net

Apa yang terlintas dari pikiran kita setelah melihat iklan, reklame atau baliho yang memajang produk yang mereka tawarkan? Atau pernah dikatain "korban iklan"? Sejak dulu iklan memang sangat efektif untuk memikat target produk dagangannya. Jadi teringat ke jaman dulu yang santer sekali terdengar iklan dari sebuah rokok yang kata-katanya mudah diingat seperti "Pria punya selera", sudah tidak asing kan dengan kata-kata itu?

Mungkin saya juga termasuk korban iklan rokok karena pengalaman kebelakang rasanya tidak asyik aja kalau laki-laki tidak merokok. Kenal dengan yang namanya rokok dari semenjak saya sekolah, melihat bapak saya yang juga merupakan perokok itu yang menjadi pendorong saya untuk merokok.

Dari yang tadinya coba-coba hingga keterusan seolah menjadi candu dan latah, sudah makan kalau tidak merokok itu eneq dan kalau kumpul sama teman-teman rasanya ada yang kurang kalau tanpa rokok, maka tidak heran kalau diperkampungan ketika mengadakan syukuran di rumah-rumah, rokok selalu ada dalam gelas, kebayang gak tuh kepulan asap dari para tamu yang hadir, kalau dipikir sekarang ogah banget ya nyediain rokok gitu, bukan hanya ngundang tamu tapi juga ngundang penyakit kalau kaya kaya gitu.

Kembali ke iklan, promosi dan sponsor rokok, dari cerita saya diatas tentu bisa kita simpulkan kalau iklan, promosi dan  sponsor rokok itu bisa menggiring kaum muda terutama anak-anak untuk merokok.

Ada yang menarik ketika saya menyimak talk show Ruang Publik KBR yang mengangkat tema Strategi Daerah Terapkan Pembatasan Iklan Rokok yang menghadirkan narasumber Dedy Syahendry (Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMD-PPA) Kota Sawah Kunto Sumatera Barat dan Nahla Jovial Nisa (Koordinator Kepala Advokasi Lentera Anak) dipandu oleh Host Don Brady.

Narasumber talkshow KBR

Dalam talkshow nya, Dedy Syahendry mengatakan bahwa melalui perjalanan panjang dan berbagai strategi hingga turunnya Peraturan Walikota Sawahlunto No 70 tahun 2019 yang menyatakan kita Sawahlunto melarang reklame iklan rokok di Kota itu.

Sawahlunto yang sudah dinobatkan sebagai kota heritage oleh UNESCO dan ini yang menjadi dorongan permerintah setempat untuk menjadikan Sawahlunto sebagai kota layak anak dan rela kehilangan anggaran dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari iklan rokok.

Patut ditiru nih oleh kota-kota lainnya untuk lebih mengedepankan keselamatan anak dari bahaya rokok.

Komitmen Pemerintah Pusat

Sedangkan menurut narasumber kedua yaitu Nahla dari Koordinator Advokasi Lentera Anak mengatakan "Peraturan Nasional yang merujuk pada Peraturan Pemerintah No 102 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan dan di Peraturan Pemerintah yang sekarang peraturan yang ada iklan dibatasi bukan melarang total iklan untuk di luar ruang tetapi memberi kewenangan tersebut kepada pemerintah daerah di pasal 33.

Menyimak pernyataan dari para narasumber diatas, menyimpulkan bahwa perlu adanya ketegasan dan peraturan yang ketat dari pemerintah untuk berani #putusinaja dengan melarang iklan, promosi dan sponsor rokok untuk mewujudkan banyaknya kota ramah anak seperti yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Sawahlunto.

Mengutip dari m.jpnn.com "Iklan, promosi dan sponsor rokok merupakan media industri rokok dalam memasarkan dan menaikkan jumlah penjualan produk rokok ya, sehingga iklan, promosi dan sponsor rokok merupakan strategi penting dan vital bagi industri rokok saat ini, masa datang dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil survei LPAI di DKI Jakarta, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Wisata Batu dan Kabupaten Kediri, dengan jumlah responden sebanyak 1.250 orang terdiri dari 750 responden anak, sebanyak 73 persen anak pernah melihat iklan, promosi dan sponsor rokok. LPAI juga menyatakan bahwa motivasi atau alasan anak merokok akibat dahsyatnya pengaruh iklan, promosi dan sponsor rokok.

Beberapa motivasi dan alasan merokok :

Sebesar 20 persen menyatakan tertarik merokok setelah melihat iklan rokok, sebesar 23 persen menyatakan langsung membeli setelah melihat iklan rokok, sebesar 12 persen menyatakan berimajinasi sebagai bintang rokok, sebesar 16 persen menyatakan bahwa motivasi atau alasan merokok agar dapat meningkatkan kepercayaan dirinya dan sebesar 29 persen memiliki alasan lainnya.

Cukup jelas ya bahwa perlu adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur pembatasan area merokok dan menekankan Pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi dampak dari bahaya rokok, hal ini tentu sangat berguna untuk memberikan perlindungan kepada kelompok yang rentan, khususnya anak, perempuan dan masyarakat lainnya.

Memang tidak mudah untuk menuju kota ramah anak dan kota bersih dari iklan, promosi dan sponsor rokok, kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya untuk bisa memenuhi hak anak untuk hidup sehat bebas dari rokok dan asap rokok, karena masih banyak sekali mereka merokok di depan anak-anak bahkan merasa tidak bersalah ketika menyuruh anak membelikan rokok.

Belum lagi banyak saya temui warung-warung yang berada disekitaran padat penduduk yang masih berani masang iklan spanduk rokok, padahal sudah jelas kalau iklan itu bersifat ajakan. Meskipun sangat susah untuk menuju kota benar-benar bersih dari iklan rokok, saya berharap kesadaran masyarakat untuk bisa peduli dengan hak anak, hak kesehatannya yang harus kita lindungi karena anak adalah generasi penerus yang harus segara jasmani dan rohaninya.***


Saya sudah berbagi pengalaman pribadi untuk #putusinaja hubungan dengan rokok atau dorongan kepada Pemerintah untuk #putusinaja kebijakan pengendalian tembakau yang ketat. Anda juga bisa berbagi dengan mengiykuti lomba blog serial #putusinaja yang diselenggarakan Kabar (Kantor Berita Radio) dan Indonesia Sosial Blogpreneur ISB. Syaratnya bisa lihat disini


Sumber referensi :

https://www.jpnn.com/news/setop-iklan-promosi-dan-sponsor-rokok-di-media-publik

Juni 25, 2020

Praktis Buat Janji Pemeriksaan Test Covid 19 Melalui Halodoc

Ilustrasi Test Covid 19 | Sumber arenaLTEcom

Beberapa bulan ke belakang sebelum pandemi melanda dunia, kami berencana untuk travelling dengan banyak pilihan yang membuat kami bingung antara ke luar negeri atau hanya lokal saja. Setelah memikirkan berbagai pertimbangan karena balita kami sangat repot bawaannya entah itu dalam hal makanan selalu dipilih pilih nya bahkan tempat pun harus senyaman mungkin maka kami memutuskan travelling lokal saja.

Lalu terpilih lah kota yang menurut kami menarik untuk liburan kali ini antara Jogja dan Malang , hunting tiket pesawat, penginapan dan lain lain kami selalu update dan tinggal cocokan dengan waktunya. Entah kenapa kemarin kemarin itu selalu ada aja alasannya entah itu situasi kerjaan yang belum memungkinkan untuk cuti atau cuaca yang tidak bersahabat dan kemarin liburan tahun baru banjir melanda sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya, itu salah yang membuat kami mengurungkan perjalanan.

Baru selesai dengan masalah banjir, kembali dunia digegerkan dengan yang namanya virus Corona, dalam hitungan sekejap saja virus ini sudah banyak memakan korban, dan kami semakin takut dan membatalkan sementara liburan kami.

Dunia menjadi mencekam, terlebih ketika Presiden Jokowi mengumumkan adanya Warga Negara Indonesia yang positif Covid19, seketika semakin bersyukur kami membatalkan liburan. Pandemi Covid19 telah meluluh lantahkan semua kegiatan, perekonomian yang tumbang dalam sekejap dan semua kegiatan beralih ke rumah, mulai dari kerja, sekolah dan ibadah.

Ketika semua kegiatan beralih ke rumah, tentu kami tidak keberatan, demi kebaikan semua dan hingga detik ini saat saya menulis artikel ini kami sekeluarga masih tetap setia untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap dirumah aja kalau tidak ada kepentingan yang urgent.

Ketika hendak keluar dengan kepentingan untuk memenuhi logistik dapur pun kami selalu gunakan protokol kesehatan yang tidak pernah kami abaikan, seperti kacamata, masker dan pakaian tertutup. Kalau merasa malas untuk memenuhi protokol kesehatan biasanya kami memilih untuk diam di rumah aja karena tidak mau beresiko.

Iya, mengurangi resiko akan lebih baik daripada membandel yang bisa merugikan diri sendiri dan juga orang yang berada disekitar kita. Kurang lebih tiga bulan kita berada dalam situasi pandemi Covid19 hingga pada awal bulan Juni kemarin pemerintah menyatakan kita tengah berada dalam posisi new normal masa transisi dimana kita bisa melakukan aktivitas namun tetap harus mematuhi aturan protokol kesehatan karena virus belum benar-benar hilang.

Boleh bepergian dengan fasilitas angkutan umum namun perhatikan juga aturannya dan jika dalam keadaan urgent harus bepergian dengan pesawat atau bepergian dari kota ke kota ada baiknya melakukan isolasi mandiri dan rapid test.

Tampilan Mobile Platform Halodoc 

Sekarang tidak perlu khawatir untuk konsultasi dengan dokter, tidak perlu repot pergi ke klinik atau pun ke Rumah Sakit, Cukup melalui smartphone dengan sebuah aplikasi yang bernama halodoc kita bisa chatting dengan dokter dan bahkan bisa beli obat langsung lewat layanan halodoc, tentunya sangat membantu banget dengan kondisi saat ini.



Apalagi sekarang ini jika ingin mencari info seputar Covid Test Jakarta kita bisa langsung pilih paket test, pilih dokter dan janjian sesuai keinginan kita dan ini bisa dilakukan dengan Drive Thru. Cukup mudah kan? Bersyukur dengan adanya teknologi digital yang sangat membantu kita terlebih saat pandemi seperti sekarang ini.



Apa itu Halodoc ?

Biar nggak penasaran Yuk kita cari tahu apa itu Halodoc ? Halodoc menurut saya sebuah platform digital dimana kita bisa langsung chat/ berkonsultasi hingga buat janji dengan dokter kapan pun dan dimana pun  melalui aplikasi  yang bisa di unduh melalui Play store & iPhone Store secara gratis.

Halodoc memiliki layanan digital, antara lain :
  • Konsultasi dengan dokter umum & dokter spesialis yang berpengalaman dan terdaftar di IDI
  • Beli Obat, ( gratis pengiriman )
  • Buat Janji Kunjungan Rumah Sakit 
  • Buat Janji Kunjungan RS untuk pemeriksaan test Covid 19
  • Pemeriksaan Laboratorium
  • Akses Asuransi
  • Fitur : Catatan Kesehatan, Upload Resep, Reminder saat minum obat , artikel kesehatan dan metode pembayaran ( walet, Gopay & Kartu Debit/Kredit 
Salah satu fitur halodoc, Chat langsung dengan Dokter Berpengalaman 

Nah sudah cukup jelas kan apa saja fasilitas yang ada di halodoc, cukup simple ya. Dengan layanan halodoc ini serasa punya dokter pribadi ya hehe. Well terlepas dari aplikasi kesehatan ini diharapkan agar kita selalu sadar diri untuk cek kesehatan apalagi saat pandemi seperti sekarang jika kita ada sesuatu yang tidak beres dengan badan kita segera cek dan tidak perlu kuatir dan malas ngantri karena dengan layanan halodoc semua bisa kita lakukan di rumah.

Semoga artikel ini membantu ya buat yang sedang cari info Covid test Jakarta. Tetap waspada, tidak panik dan selalu ikuti aturan protokol kesehatan.***





Mei 27, 2020

Bahaya Asap Rokok Di Tengah Pandemi Covid 19

Sumber : hellosehat.com

Pernah menjadi seorang perokok? Iya, saya dulu adalah perokok Alhamdulillah saya bisa melewati masa-masa sulit untuk berhenti merokok semenjak memiliki buah hati, walaupun tidak mudah namun saya niatkan untuk berhenti merokok demi masa depan anak saya. Karena saya tidak mau mengulang hal yang sama sewaktu saya kecil terpapar asap rokok di rumah
ditambah pengaruh lingkungan teman-teman.

Merokok sudah menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam keseharian saya, hingga rokok sudah seperti teman yang selalu ada dalam saku celana. Sekalipun sulit untuk melepas kebiasaan ini padahal niat berhenti sudah ada sejak lama.

Bahaya Rokok dan dampak dari asapnya sering saya dengar dan tidak jarang orang terdekat saya selalu mengingatkan, tapi yah mau gimana lagi kalau niat tidak dari hati dan tidak dengan kesadaran sendiri itu akan sangat sulit.

Singkat cerita, berapa tahun setelah pernikahan, saya dikasih kepercayaan dengan hadirnya buah hati kami, anak yang selalu di nanti-nanti kehadirannya akhirnya hadir setelah sepuluh tahun usia pernikahan kami, dari situ saya sadar sesadar-sadarnya kalau saya harus menghentikan kebiasaan merokok, akhirnya saya langsung #PutusinAja tanpa pikir panjang pokoknya harus bisa.

Dengan ijin sang khaliq, Alhamdulillah akhirnya saya bisa putus dari kebiasaan merokok , hingga saat ini bawaannya pengin muntah kalau mencium bau asap rokok, pokoknya sebel aja kalau lihat orang merokok. Bersyukur banget sudah lama sudah move on dari yang namanya rokok, coba kalau belum bisa move on terus dihadapkan pada situasi saat pandemi seperti sekarang ini? Duh mengerikan sekali.

Live youtube Berita KBR | Rumah, Asap Rokok dan Ancaman Covid-19

Saat menonton tayangan live streaming di youtube Ruang Publik KBR dengan program serial Talkshow #PutusinAja kali ini mengangkat tema "Rumah, Asap Rokok dan Ancaman 19". Seperti biasa dipandu oleh host Don Bardy kali ini dengan pembicara bersama Dokter Spesialis Paru, dr Frans Abednego Barus, Sp.P dan Manajer Komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau, Nina Samidi.

Rokok mungkin pembahasan yang tidak pernah ada habisnya karena menurut saya tetap menarik selama jumlah perokok masih meningkat, walaupun semua orang tahu bahaya rokok tetap saja masih banyak perokok yang tidak peduli. Iya, rokok sebuah benda kecil tapi berdampak sangat besar bagi kesehatan, bukan hanya bagi perokoknya saja bahkan orang yang berada disekitarnya pun kena imbasnya.

Kurang lebih dua bulan lamanya kita berada dalam situasi yang tidak terbayangkan sebelumnya, situasi yang mengharuskan kita supaya tetap dirumah untuk memutus mata rantai virus corona ( Covid19 ) Aktivitas kerja, sekolah mulai beralih ke rumah dan kebiasaan sehari-hari pun mulai berubah dari yang tadinya dianggap sepele (seperti cuci tangan dengan sabun) kini harus kita sadari kalau menjaga kebersihan itu penting, mulai dari hal terkecil karena dari yang kecil justru akan membesar.

Pembatasan Sosial Berskala Besar, salah satu cara untuk memutus penularan covid-19 tentu tidak cukup kalau tidak dibarengi oleh kesadaran masyarakat untuk tidak berkumpul dikerumunan dan tidak keluar rumah jika tidak penting.

Apakah Rumah Cukup Aman Melindungi Kita Dari Covid-19?

Rumah, sekarang adalah satu-satunya tempat yang aman untuk melindungi kita, tapi apakah selama dirumah kita benar-benar aman? Menurut dr. Frans Abednego Barus (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), rumah adalah tempat yang terbaik untuk memutus penularan covid-19, tapi tidak sampai 0% akan tetapi mendekati 0% dan apabila salah satu anggota keluarganya tidak merokok.

Karena menurut sebuah perusahaan teknologi dari Tiongkok mengatakan bahwa ketika semua aktivitas berada dalam rumah tidak menutup kemungkinan polusi dalam rumah pun akan meningkat, salah satunya faktornya yaitu dari asap rokok.

Ancaman Covid-19 Buat Perokok

Ini yang saya bikin penasaran mengenai ancaman covid-19 buat perokok, disini dr. Fran menjelaskan penyebab yang menjadi rentan beresiko dan sulit penyembuhannya yaitu faktor utamanya adalah perokok.

Kenapa?

Karena setiap asap rokok yang dihirup langsung masuk ke paru-paru dan merusak yang namanya bangunan saluran nafas yang memiliki dua tahap daya tahan yaitu mekanik dan kimia (duh Semakin seru nih ada ilmu kedokterannya juga hihi) nih saya kasih tahu penjelasan dari dr. Frans apa itu daya tahan mekanik dan kimia.

Dua Daya tahan
  1. Daya tahan mekanik yaitu rambut-rambut halus silia yaitu untuk mengusir kuman dan mengarahkan dahak dan lain-lain juga untuk memudahkan flu atau benda asing dikeluarkan dari saluran nafas. 
  2. Daya tahan Kimia, GGA berkurang sekali disaluran nafas, itu sebabnya kenapa pasien anak lebih kuat dari pasien dewasa karena saluran nafas anak belum menjadi perokok maka lebih terjaga saluran nafas nya. 
Duh jadi tambah ilmu nih, bersyukur banget kami sudah putus dari yang namanya rokok, karena kami sadar betul bahaya rokok yang tidak hanya buat diri sendiri tetapi juga buat yang berada disekitar kita, terlebih kalau dirumah ada lansia dan anak-anak. 

Kebayang begitu jahat ya kita kalau mencermati paru-paru anak dengan asap dari rokok yang kita hirup, jangan sampai deh!. Anak juga punya hak untuk dilindungi kesehatannya, sudah seharusnya kita tidak boleh zholim sama hak anak untuk kesehatannya. 

Kesadaran Kebijakan Tembakau Ditengah Pandemi

Menurut Nina Samidi (Manager Komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau) yang mengatakan bahwa kesadaran masyarakat bahaya akan rokok sebagian besar sudah ada tapi perlu didorong dengan kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR). Namun faktanya dengan melonggarkan kebijakan KTR, masyarakat menjadi longgar menerapkan kedisiplinan pada diri sendiri. 

Upaya Pengendalian Tembakau Ditengah Pandemi

Hubungan Covid-19 dan perilaku perokok merupakan dasar pemikiran pemerintah agar menerapkan pengendalian tembakau lebih ketat, karena infeksi yang ditimbulkan akibat merokok ini kan juga merupakan temuan ilmiah yang sudah terbukti.

Menurut Nina Samidi, kalau pemerintah mau menurunkan angka penularan maka harus memblock lebih dulu resiko awal yaitu resiko perokok adalah salah satunya. Dalam upaya pencegahan banyak berbagai himbauan untuk berperilaku hidup sehat saat pandemi seperti jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, makan yang bergizi, namun ada satu hal yang pemerintah belum terapkan untuk bagian dari hidup sehat yaitu tidak merokok.

Hemm kalau dipikir iya juga ya, perlu diterapkan dalam pola hidup sehat yaitu tidak merokok. Tapi ya itu semua balik lagi ke kita, meskipun merokok adalah hak masing-masing tetapi ada baiknya juga tidak hanya memikirkan ego kita, tetapi lihatlah juga yang ada disekitar kita karena mereka juga punya hak untuk hidup sehat.

Saya sebagai mantan perokok yang amat bersyukur bisa keluar dari lingkaran rokok, senang dan tenang tanpa menyakiti diri dan orang yang berada disekitar saya terutama anak dan harus kita pahami juga bahwa rumah adalah tempat pertama anak bersekolah, jadi berilah contoh yang baik supaya tidak ditiru dikemudian hari.

Iya tidak ditiru, karena anak adalah peniru unggul, pengalaman pribadi ketika tinggal dirumah paman yang seorang perokok, ceritanya suatu hari paman saya ini membuang puntung rokok ke halaman belakang, tanpa sepengetahuan paman saya dan beliau tidak tahu kalau disitu ada anaknya yang sedang bermain, lalu dihisapnya puntung rokok yang belum dimatikan itu, hiks miris ya. Aku yang ada disitu langsung merebut rokok dari adik sepupu yang masih duduk di bangku SD dan segera menegur paman saya untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan apalagi tidak dimatikan terlebih dahulu rokoknya. Dari kejadian itu saya mengambil hikmahnya kalau kebiasaan kita akan diikuti oleh anak.

Jika ini dibiarkan terus, kalau pemerintah tidak tegas untuk #PutusinAja rokok, bagaimana kita bisa mencapai target usia generasi emas di tahun 2045 mendatang? Sedangkan usia perokok yang masih dibawah umur sering kita jumpai, baik perokok aktif dan pasif masih banyak anak-anak yang menjadi sasarannya.

sumber : p2pm.kemenkesRI


Buat kalian yang belum sadar bahaya rokok dan masih baik-baik saja meskipun merokok, silahkan itu hak anda tapi yang penting diingat juga jangan sampai merugikan orang lain terutama orang yang kita sayangi. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya, hikmah yang bisa kita ambil dari pandemi saat ini yaitu pentingnya untuk menerapkan pola hidup sehat, semoga tulisan ini bisa membuka mata dan hati kita bahwa sesuatu yang kita anggap sepele akan berdampak buruk buat diri sendiri, yang ada disekitar kita dan ancaman penyakit yang mengintai kita, jadi sebisa mungkin jaga diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan yang ada disekitar kita jangan sampai mereka kena dampaknya akibat dari ulah kita.

Pentingnya pengendalian tembakau ditengah pandemi, saya rasa ini cocok untuk situasi sekarang dimana satu sama lain harus saling menjaga agar tidak tertular dan menularkan. Semoga kita dijauhkan dan dilindungi dari Asap Rokok dan Ancaman Covid-19. Agar bisa hidup sehat. ***

"Saya sudah berbagi pengalaman pribadi untuk #PutusinAja hubungan rokok atau dorongan kepada pemerintah untuk #PutusinAja kebijakan pengendalian rokok yang ketat. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog serial #PutusinAja yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio dan ISB ( Indonesia Social Blogpreneur ). Syaratnya bisa dilihat disini



Mei 02, 2020

Silaturahmi Tetap Terjaga Dengan Freedom Kuota Harian Semua Jadi Mudah


Silaturahmi Dengan Freedom Kuota Harian

Tidak terasa sudah memasuki bulan suci Ramadan 1441H, tentu semua merasa bahagia menyambut bulan yang penuh berkah ini. Bulan yang banyak dinanti-nantikan kedatangannya karena semua berlomba untuk menebar kebaikan salah satu dengan Silaturahmi Setiap Hari, Namun tahun ini kita menjalani Ramadan yang berbeda. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Hal yang biasanya kita lakukan saat Ramadan seperti ngabuburit, buka puasa bersama, itikaf tarawih, ikut kajian di masjid, kumpul keluarga besar, Hingga budaya mudik setahun sekali dan bahkan sungkem dengan orang tua sekalipun tidak bisa dilakukan karena terhalangi oleh jarak akibat pandemic Covid-19 .




Fenomena ini menginspirasi IM3 Ooredoo untuk berkolaborasi dengan 4 musisi tanah air menciptakan suatu karya,  Untuk pertama kalinya seluruh proses pembuatan mulai dari talent hingga kru produksi semua dari rumah hanya mengandalkan kuota dan koneksi untuk berkomunikasi selama proses produksi. Hal ini menunjukkan bahwa yang terjadi saat ini tidak menghalangi ( Baskara Putra, Kunto Aji, Yura Yunita dan Sal Priadi ) untuk berkolaborasi menciptakan karya positif meskipun sama-sama tak bisa kemana, dirumah aja. Athem yang diberi judul "Ramai Sepi Bersama".



Saat mendengar lagu versi fullnya di channel YouTube tersentuh juga dengan kondisi pandemic ini ......
"Saat semua tak jelas arahnya, kita hanya punya bersama, lewati curam terjalnya dunia, ramai sepi ini milik bersama"

Pastinya patut di apresiasi inisiatif IM3Ooredoo berkolaborasi dengan para musisi membuat sebuah karya secara bersama-sama. Jadi lebih semangat lagi menjalani hidup.

Jadi teringat masa lampau, waktu masih kecil yang selalu antusias menyambut bulan Ramadan karena suasana kebersamaannya yang selalu saya ingat. Mulai dari buka bersama keluarga, salat Tarawih berjamaah, lalu selepas imsak saya dan teman yang berada dilingkungan terdekat selalu rutin pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh lalu lanjut dengan ceramah subuh karena ada tugas dari sekolah.

Betapa gembiranya kami waktu itu, kenangan yang tidak bisa di putar kembali karena sekarang sudah berbeda jamannya. Rindu sekali dengan situasi seperti itu, situasi khas bangsa kita yang lekat dengan budaya silaturahmi dan kebersamaan. Bukan hanya itu saja, bulan Ramadan juga bulan yang penuh dengan kebaikan dimana banyak orang-orang yang berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk mengharap ridhoNya.


Sedih pasti iya, lantas apakah kita harus larut dalam kesedihan dan membuat kita akan semakin terpuruk hingga bisa menurunkan imun kita? Jangan sampai ya, sekarang jaman era digital meskipun dirumah saja silaturahmi tetap bisa jalan kok, kita masih bisa bersilaturahim lewat chatting, video call, dll.

Dengan kondisi saat ini pastinya perlu kuota internet dengan harga terjangkau setiap harinya . Nah untuk menjaga #SilaturahmiSetiapHari dengan orang yang kita sayangin Im3Ooredoo menghadirkan Freedom Kuota Harian untuk mendukung aktivitas internet setiap hari dengan mudah dan ramah di saku.

Freedom Kuota Harian merupakan paket terbaru IM3 Ooredoo yang dapat digunakan internet 24 jam di semua jaringan dengan benefit kuota utama 1GB per hari.  Selain itu sudah dilengkapi Fitur Pulsa Safe yang mana walaupun kuota utama sudah habis digunakan internet masih nyaman dan pulsa tetap aman. Cara mengaktifkannya mudah banget cukup tekan *123# atau melalui Apps myIM3. Bagi setiap yang mengaktivasi paket #FreedomKuotaHarian IM3 Ooredoo akan mendonasikan Rp.2000 untuk penanganan Covid19.

Buat saya sendiri pastinya sangat terbantu banget dengan hadirnya Freedom Kuota Harian apalagi di bulan Ramadan saat ini
ditengah pandemic Covid19 walaupun harus mengikuti aturan physical distancing , namun masih bisa #SilaturahmiSetiapHari dengan 1GB bisa video call , chat hingga mengikuti kajian sambil menunggu buka puasa.

Semoga Bulan Suci Ramadan membawa kebaikan dan berkah bagi kita semua serta menjadi momen untuk mendekatkan diri dengan keluarga dan kerabat terdekat.

Nah, sekarang full versionnya sudah tayang di YouTube yuk nonton hasil karya kolaboratif bersama 4 musisi muda : Baskara Putra (Hindia), Kunto Aji, Yura Yunita dan juga Sal Priadi. Yang berjudul "Ramai Sepi Bersama"

Athem kolaboratif ini, sebagai penyemangat sekaligus mengingatkan kita semua bahwa apapun yang terjadi, tidak ada yang lebih penting dari silaturahmi. ***

Salam Silaturahmi


April 26, 2020

Menumbuhkan Minat Baca Melalui Media Sosial Karya Anak Bangsa Kwikku


Sudah hampir sebulan lebih beraktivitas di rumah saja, mengikuti anjuran pemerintah Physical Distancing sebagai upaya untuk memutus rantai Covid19. Tentunya sudah mulai merasa jenuh dengan rutinitas sehari-hari saat ini yang itu-itu saja.

Untungnya terbantu juga dengan perkembangan media sosial saat ini, apalagi media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern yang tak terpisahkan, terutama para generasi  Millenial dan Gen-Z seperti saya ini.

Sebagai aplikasi berbasis internet, sudah pasti Generasi muda bisa berbagi konten, berkomunikasi secara cepat, serta mengembangkan kreativitas nya baik secara individu maupun berkolaborasi. Walaupun pengaruh dari media sosial menurut beberapa  penelitian  dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya minat baca. Padahal dengan kita membaca bisa mempengaruhi kemampuan seseorang dalam memahami informasi dan berpikir kritis.

Saya sendiri mengalami hal tersebut, dengan beragam aplikasi saat ini yang lebih dominan kepada visual ( foto dan video ) minat baca sudah mulai berkurang. Sebelum hadirnya media sosial, untuk sekedar berkomunikasi tidak secepat saat ini apalagi untuk mendapatkan informasi saya harus pergi membeli terlebih dahulu baik itu surat kabar atau buku.

Banyak rutinitas selama kita dirumah saja, apalagi yang ingin menyalurkan bakat menulisnya yang sudah lama terpendam atau yang suka membuat animasi digital untuk terus berkarya menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Platform Media Sosial karya anak bangsa yang bernama Kwikku.com memfasilitasi dengan mengadakan Lomba Menulis Novel dan Webtoon yang berhadiah total Rp. 500 juta.

Apa Itu Kwikku

Kwikku merupakan sebuah platform media sosial yang diinisiasi pada 26 September 2013 oleh para mahasiswa di Malang. Awalnya Kwikku dirancang oleh Hamdi Musad dan tim, untuk bisa menciptakan sebuah aplikasi digital yang bisa bersaing dan dibanggakan anak negeri. Dan sejak 2019, aplikasi ini kemudian dikembangkan untuk memfasilitasi kebutuhan literasi para generasi Millenial dan Gen-Z.

Tampilan Muka Kwikku versi mobile

Empat fitur yang bisa diakses :

1. Media Sosial
Sebagai fitur awal dan bagian terpenting dari platform ini, Media Sosial Kwikku bisa menjadi tempat “pertemuan” generasi milenial dan Gen-Z. Lewat fitur ini juga, para pengguna bisa terhubung satu sama lain dan bisa berkomunikasi serta bertukar informasi.

Fitur Novel


2. Novel
Mereka yang sedang membutuhkan bacaan menarik bisa melihat fitur baru Kwikku ini. Bekerja sama dengan para penerbit besar, seperti Mizan Publishing, Noura Publishing, Bentang Pustaka, Melvana Group, dan Falcon Publishing, fitur ini dijamin bisa membunuh rasa bosan para pencinta novel.

Selain itu, melalui fitur Novel, Kwikku juga membuka peluang yang sangat besar kepada para penulis untuk menuangkan bakatnya dan mendapatkan penghasilan dari tulisan mereka. Untuk penulis baru tidak perlu takut mengunggah naskahnya ke platform Kwikku, karena akan ada editor khusus yang membantu dalam proses penulisan novel barunya.

Fitur Webtoon

3. Webtoon
Selain novel, ada juga cerita seru di fitur Webtoon. Ada banyak komik digital yang bisa diakses para pengguna setiap harinya, baik dari kreator lokal maupun luar negeri.

Sama seperti fitur Novel, Webtoon Kwikku juga menyediakan fasilitas bagi para kreator muda yang ingin menunjukkan karyanya dan menghasilkan uang.

Fitur Know


4. KNOW (Kwikku Now)
Melalui fitur ini para pengguna bisa mendapatkan berbagai informasi menarik yang sedang viral. Tak perlu khawatir soal kebenaran atau validitas beritanya, karena setiap berita dan artikel bersumber dari official media partner yang telah bekerja sama dengan Kwikku.

Bacaan dalam fitur Novel dan Webtoon di Kwikku dapat di akses secara GRATIS, kecuali untuk judul-judul dalam section pay for no delay dan premium. Pembelian judul-judul dalam section tersebut pun bisa dilakukan dengan sangat mudah. Cukup  membayar dengan mudah menggunakan dompet digital via Gopay, Ovo, Dana dan Link Aja.



Wah mantap ya Kwikku ini, bisa jadi solusi untuk mengusir kejenuhan terlebih saat situasi pandemi seperti sekarang ini. Dan yang lebih mantap lagi ada kompetisi Novel dan Webtoon dengan mengusung tema #BerkaryaDiRumahAja dengan total hadiah Rp. 500 Juta. Wow fantasitic banget ya, selain itu juga lomba ini menghadirkan juri-juri yang mumpuni. Ada penulis bestseller A.Fuadi, Dee Lestari, Faradita, Bayu Permana, Luluk Hd yang siap untuk memberikan penilaian dalam kompetisi Novel. Sedangkan untuk kategori Webtoon kreator muda berbakat seperti Faza Meonk, Sweta Kartika, HelloDitta hingga para komikus seperti Gerdi WK dan Lan Kelana siap memberi penilaian.

#BerkaryaDirumahAja

Kurang gimana lagi coba? Sudah disediakan wadah untuk menyalurkan hobi dan menghasilkan uang, saatnya berkarya dirumah aja, yuk segera ikutan Kompetisi Novel dan Webtoon. Info lengkap kunjungi www.event.kwikku.com atau dengan mengunduh aplikasi Kwikku di playsore secara gratis. ***






April 18, 2020

Hidup Simpel Dan Jujur, Paling Nyaman Jadi Diri Sendiri

Bebas Jadi Diri Sendiri 

Di era digital dan telekomunikasi yang pesat saat ini dengan segala kemudahannya, kehadiran sosial media secara tidak langsung menuntut orang untuk berkarya dan berekpresi. Baik itu sekedar update status maupun postingan.

Selain itu, di era sosial media ini sangat membantu sekali untuk saling berinteraksi mengenal satu dengan yang lainnya dimana pun berada tanpa harus bertemu langsung  hanya melalui internet , tanpa disadari gaya hidup pun ikut berubah. Makannya tidak heran generasi muda sekarang buat saya pada kreatif, berani berekpresi dengan begitu membuat orang berlomba-lomba ingin selalu tampil terbaik yang pada akhirnya berbagai cara akan di lakukan agar terlihat sempurna di mata orang lain.

Sangat di sayangkan jika generasi muda yang seharusnya berekpresi untuk jadi dirinya sendiri malah meniru orang lain yang berujung pada gaya hidup penuh ' kepalsuan ' agar tetap terlihat eksis atau sekedar ingin dapat pujian di sosial media. Apalagi bagi mereka  yang tinggal di perkotaan gaya hidup apa adanya memang  tidak mudah  belum lagi pergaulan yang menuntut tampil lebih.

Saya sendiri mengalami awal mula aktif di sosial media, agar terlihat keren akhirnya meniru orang lain. Namun dengan berjalannya waktu teryata cape juga kalau harus meniru seperti  orang lain seolah-olah sudah menipu diri sendiri. Jika pun harus meniru orang lain sebagai motivasi menurut saya tidak masalah selama ada batasan.

Hidup memang penuh dinamika, jangan terlalu berambisi menjadi orang lain, jadilah diri sendiri yang apa adanya , berkarya sesuai kemampuan akan lebih terlihat original di bandingkan meniru karya orang lain.

Padahal tampil apa adanya ( simpel ) itu lebih keren tanpa basa-basi merasa tenang tidak merasa dikejar-kejar untuk mendapatkan pujian dari orang lain terlebih kalau harus mengejar follower ataupun sekedar like atau komen, buat saya mengalir saja dan itu membuat hidup merasa nyaman.

Upayakan fokus dengan jadi diri sendiri tanpa tipu-tipu untuk berkarya dan berekspresi dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki tanpa terpatok dengan Syarat Ketentuan yang dibiarkan mengalir secara alami.

Seperti halnya dengan pemakaian kuota internet, sudah pasti butuh yang namanya kebebasan tanpa perlu dibatasi untuk tetap bisa berkarya dan berekpresi tanpa kepura-puraan. Seperti halnya Freedom Internet dari IM3Ooredoo yang menjadi pilihan saya untuk tetap eksis dan menyalurkan bakat di sosial media karena Simpel bebas syarat ketentuan. Gimana nggak senang, paket internet bisa sepuasnya tanpa dibatasin waktu 24jam terlebih dengan Kuota Utama Besar tanpa khawatir pulsa kesedot.

Apa jadinya jika di era sosial media sekarang ini Internetan di batasin atau kuota habis! Wah, sudah pasti hidup akan terasa hampa, berkarya pun akan terhambat. IM3Ooredoo  melengkapi hal ini dengan menghadirkan lini produk telekomunikasi yang simple, bebas tanpa syarat ketentuan seperti Freedom Internet

Asiknya lagi, walaupun kuota utama habis masih bisa internetan tanpa pulsa dimanapun dan kapanpun, karena ada fitur pulsa safe yang memungkinkan bisa internetan tanpa perlu pulsa. Jadi tidak ada yang perlu di kuatirkan lagi berkarya tetap jalan terus tanpa perlu ragu-ragu.

Sudah saatnya nikmati hidup dengan cara yang lebih jujur dan simpel , tanpa basa-basi. Yuk, tunggu apalagi lagi Sudah nggak jaman hidup dengan kepura-puraan, Saatnya Jalani Hidup Apa Adanya fokus berkarya dan tunjukkin diri tanpa tipu - tipu , ekspresikan diri tanpa kepura-puraan  #tanpasyaratketentuan dengan dukungan IM3Ooredoo.



Sudah saatnya, Jalani Hidup Apa Adanya.***


Februari 15, 2020

Reza Rahadian Buka "Toko Barang Mantan" Bareng Sahabatnya

Film Toko Barang Mantan | Sumber MNCupdate

Punya pengalaman atau kenangan dengan barang pemberian dari mantan? Kalau iya punya lantas apa yang akan kamu lakukan dengan barang tersebut sedang kamu sangat susah untuk move on dari mantan?

Kalau lihat di film-film atau sinetron ABG biasanya barang pemberian mantan itu dikembalikan atau dibuang bahkan dibakar. Mungkin bagi mayoritas orang akan melakukan hal yang sama supaya bisa move on dari mantan.

Apa iya setelah menghilangkan barang dari mantan bisa move on? Yakin gak sayang dengan barang yang tidak bersalah? Lewat banyak pengalaman disekitar tentang kisah mantan seorang penulis skenario Titien Wattimena menuangkan pengalaman tersebut lewat sebuah karya film yang di beri Judul  Toko Barang Mantan yang diproduksi oleh MNC Picture.

Presscon Para Pemain Film 'Toko Barang Mantan' 

Film komedi bergenre romantis ini menceritakan seseorang yang susah move on dari mantan, Film yang di bintangi aktor dan aktris ternama yakni Reza Rahadian sebagai Tristan dan Marsha Timothy sebagai Laras, keduanya baru pertama kali bertemu beradu akting di Toko Barang Mantan ini sudah pasti menjadikan sesuatu hal yang dan berbeda.

Tristan seorang yang tempramental yang mempunyai ide sekaligus pemilik dari Toko Barang Mantan rela meninggalkan kuliah hukumnya demi mengembangkan Toko Barang Mantan bersama dua sahabatnya Amel dan Rio.

Sekilas Sinopsisnya
Film Toko Barang Mantan bercerita tentang sebuah toko jual beli barang mantan bagi orang-orang yang ingin move on dari mantannya.

Buat saya cerita Film ini sederhana dan mudah di pahami alurnya karena ada dalam kehidupan sehari-hari yang hampir semua orang mengalami dan pernah memiliki barang dari mantan.

Biar tidak penasaran sebelum tayang serentak di Bioskop pada tanggal 20 Februari 2020 , simak dulu trailernya di bawah ini :



Januari 27, 2020

Gading Marten Bikin Heboh di Film Temen Kondangan

Salah satu Adegan Film Temen Kondangan, Produksi MNC Picture 

Resepsi atau Upacara pernikahan tentunya sesuatu yang bahagia dan dinanti-nanti bagi pasangan kekasih sebagai mengikatkan janji nikah yang dirayakan. Namun apa jadinya jika di sela-sela pesta pernikahan malah ada yang bikin rusuh! Yang tidak lain dari teman mantan kekasih.

Walaupun nggak kebayang sih, sudah pasti jadi pusat perhatian bagi undangan yang hadir. Nah kisah tersebut dialami di Film terbaru produksi MNC Picture yang di bintangi aktor dan aktris ternama seperti Prisia Nasution, Gading Marten, Samuel Rizal, Kevin Julio, Reza Nangin, Olivia Jensen, Diah Permatasari, dll.

" Film Temen Kondangan bercerita tentang wanita yang dilanda kegalauan karena harus datang ke pernikahan mantan kekasih ".

Hal yang paling membingungkan dan hampir semua orang pernah mengalami dimana saat menerima undangan resepsi pernikahan dari mantan kekasih, lalu apakah harus datang atau tidak yah di kondangan mantan !



Apalagi jika belum Move On ditinggal mantan pacar, makin tidak karuan. Seperti halnya Prisia Nasution yang berperan sebagai Putri di dalam film terbarunya Temen Kondangan, buat ngebuktiin kalau sudah move on, Putri ditantang temen-temennya untuk datang ke pesta pernikahan Dheni ( Samuel Rizal ) mantan pacar nya, dengan syarat tidak boleh datang sendirian.

Akhirnya Putri pun mengundang tiga cowok yang berbeda dengan harapan salah satu dari mereka bisa jadi teman kondangan nanti, yakni Galih ( Gading Marten ) berperan sebagai bosnya ,  lalu Yusuf ( Reza Nangin ) teman SMA, dan Juna ( Kevin Julio ) si party goers.



Namun apa jadinya ketiga cowok yang akan menemani Putri ke kondangan mantan semua hadir bersamaan. Apalagi Galih yang diperankan oleh Gading Marten bukanya menemani Putri malah bikin heboh di tengah-tengah pesta pernikahan untuk melamar Putri. Sontak semua jadi berubah dan rusuh.....

Temen Kondangan merupakan Film bergenre Komedi Romantis yang disutradarai Iip Saiful Hanan yang merupakan sutradara dari program serial komedi di RCTI yakni Dunia Terbalik dan Tukang Ojek Pengkolan ( TOP ), Film Temen Kondangan semoga bisa menjadi Inspirasi buat yang gagal move on kalau diundang ke pesta pernikahan bersama teman atau pasangan.



Buat saya " Temen Kondangan " tema film seperti ini membawa suasana baru perfilman di tanah air, apalagi dibumbui komedi yang diperankan oleh Gading Marten sebagai tokoh utama semakin seru ceritanya, apalagi dalam kehidupan sehari-hari pasti pernah mengalami hal yang sama.

Nah, Sebelum tayang serentak di Bioskop  Tanggal 30 Januari 2020. Mending lihat dulu cuplikan trailernya Temen Kondangan di bawah ini :