Lifestyle, Tekno, Otomotif, Parenting

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Juli 16, 2017

Malam Penganugerahan Pengiat Kewirausahaan Sosial 2017

Bina Swadaya memberikan Penghargaan kepada generasi millineal yang peduli pada lingkungan sekitar baik alam maupun makhluk sosial 

Hai guys, pernah dengar yang namanya Bina Swadaya kalo belum mungkin pernah dengar atau tahu dengan majalah Trubus yang mengulas masalah perkebunan, pertanian dll. Nah, majalah tersebut merupakan salah satu beberapa kegiatan yang direalisasikan oleh Bina Swadaya sebagai bentuk kepedulian dan menunjang aktivitas masyarakat sebagai media informasi.

Bina Swadaya yang memasuki usia setengah abad, merupakan lembaga kewirausahaan sosial yang membangun dan mengembangkan kualitas hidup masyarakat, melalui pendampingan peningkatan kapasitas masyarakat dan organisasi, pengembangan agribisnis, media informasi, keuangan mikro, MICE, serta pendidikan dan pelatihan.

Sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat tertua (1967) di Indonesia. Bina Swadaya pada hari Jumat (14/07) bertempat di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara Grand Pancoran, Jakarta Selatan. Mengadakan malam penganugerahan sekaligus puncak perayaan dari serangkaian kegiatan HUT 50th Bina Swadaya.

Kebetulan saya bersama teman2 blogger dari komunitas ISB mendapatkan kesempatan hadir di malam penganugerahan dan puncak HUT 50th tersebut.

Sambutan Oleh Ketua dan Pendiri Yayasan Bina Swadaya Dr Bambang Ismawan 

Acara yang dibuka langsung oleh Ketua Yayasan sekaligus pendiri Bina Swadaya, Dr. Bambang Ismawan. Menurutnya, Bina Swadaya sebagai wahana pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan konsisten dengan harapan di usia setengah abad ini terus memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara dengan inovasi -inovasi yang disesuaikan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Puncak acara HUT 50th dengan pemotongan tumpeng langsung oleh ketua yayasan

Setelah dibuka oleh ketua Yayasan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai puncak acara HUT 50th Bina Swadaya setelah itu peresmian buku PULUGADA "Hajat Setengah Abad, Bina Swadaya" yang rencananya akan diresmikan oleh menteri sosial RI, Khofifah Indar Parawansa. Karena kesibukannya beliau ibu menteri berhalangan hadir namun dalam buku tersebut, Bu menteri mengungkapkan "Pemberdayaan masyarakat adalah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial.Konsep ini berorientasi pada masyarakat, mengedepankan partisipasi, dan bersifat sustainable".

Di malam puncak HUT 50th inovasi Bina Swadaya salah satunya meluncurkan media massa kekinian berbasis digital (internet) dengan merangkul kalangan pemuda yang diberi nama Trubus.id



Trubus.id menyajikan konten -konten yang menarik dan kekinian, seperti gaya hidup, inovasi ,juga mengabarkan peristiwa yang sedang terjadi dan perhatian dari masyarakat luas. Trubus.id diharapkan juga akan menumbuhkan kembangkan kepedulian dan respek khususnya dikalangan pemuda pada bidang pertanian, kelautan, kewirausahaan dan alam sekitarnya .

Selain memperkenalkan website dengan nama Trubus.id di malam puncak perayaan HUT 50th Bina Swadaya. Malam tersebut juga sekaligus pemberian penganugerahan kepada para pelaku kewirausahaan sosial yang merintis pemberdayaan masyarakat, dengan bertajuk " Trubus Kusala Swadaya"

Penyerahan Trubus Kusala Swadaya 2017 

Pada perayaan ke 50th, Yayasan Bina Swadaya memberikan penghargaan  bagi pegiat Keberdayaan Masyarakat dengan tema "Yang Muda Yang Berkarya" antara lain:

  1. Histeria yang merupakan komunitas anak muda Semarang yang melakukan inovasi di perkotaan dan menginisiasi program "merawat kampung" dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan seperti melukis Kampoeng dan mengenal sejarah Kampoeng.
  2. Virage Awie (komunitas Bambu Indonesia ) yang berisi anak-anak muda yang mempopulerkan alat musik dari bambu dan turut memberdayakan pemuda sekitar yang tidak memiliki pekerjaan .
  3. Reka Agni memberdayakan perempuan di lingkungan sekitarnya untuk menghasilkan berbagai produk pertanian serta menerapkan agroekologi di Sukabumi dengan konservasi tanah, kultur yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
  4. Lodan Doe dari NTT yang memberdayakan perempuan kepala keluarga di Flores dengan membentuk rumah inisiatif serikat pekerja yang memiliki berbagai kegiatan seperti arisan tenun,arisan bangun rumah, dan mendirikan swalayan Pekka Mart.

Pemberian penghargaan tersebut yang telah berlangsung selama 4 kali sejak tahun 2007. Diharapkan menjadi penguat motivasi dan komitmen para individu, kelompok, lembaga, maupun organisasi untuk melakukan kegiatan pemberdayaan berkelanjutan.

Selamat kepada pengiat Keberdayaan Masyarakat dengan kategori kewirausahaan sosial yang mendapatkan penghargaan Trubus Kusala Swadaya 2017  yang telah melahirkan gerakan mandiri dan memberikan kepedulian terhadap lingkungan sekitar baik alam maupun makhluk sosial.

Hafid Fadilah (Virageawie) mendapatkan penghargaan Trubus Kusala Swadaya 2017

Alat musik karya Virageawie yang Terbuat dari bambu

Salah satu yang mendapatkan penghargaan Trubus Kusala Swadaya 2017 dengan kategori kelompok, kewirausahaan sosial yakni Virageawie yang tergabung dalam Indonesia Bamboo Community (IBC) asal Cimahi, Bandung yang dibentuk oleh Kang Hafid Fadilah. Virageawie yang sudah terkenal hingga mancanegara bahasa sundanya "pira ge awi" (cuma terbuat dari bambu) mengembangkan industri kreatif di masyarakat dengan memanfaatkan bambu jadi alat musik modern seperti Gitar, Biola dan drum. Satu gitar bambu bisa dibandrol seharga Rp 9 juta, Biola Rp 2 juta sedangkan drum mulai dari Rp 20 juta.



Saya mengapreasi kepada Yayasan Bina Swadaya yang memperhatikan dan merangkul kewirausahan sosial  khususnya generasi millenial atas pemberian penghargaan tersebut. Semoga dengan adanya penghargaan tersebut makin banyak lagi pengiat kewirausahaan sosial baru yang mandiri di lingkungan sekitarnya.

Majalah Trubus

Sekali lagi selamat HUT 50th kepada Bina Swadaya semoga sukses dan terus hadir memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.***

Sumber Foto dok pribadi

2 komentar:

  1. Kalau ada band nasional yang pakai alat musik bambu itu keren kali yak mas.

    BalasHapus
  2. Aku paling suka pas bagian para pemenang menceritakan kisah mereka "membesarkan" usahanya :) Ada yang awal2nya dihina, ada yang mau diancam dibunuh seperti kak Bernadette, founder tenun lodan doe itu :)

    BalasHapus

T'rimks sudah mampir ke postingan ini semoga bermanfaat dan berguna. Jangan lupa juga tinggalin jejak di kolom komentarnya ya, semoga bisa menjalin silaturahmi.

Tunggu postingan selanjutnya yang makin bermanfaat dan aktual.

Salam, @cidyrus